Showing posts with label Fashion Design. Show all posts
Showing posts with label Fashion Design. Show all posts

Flowerain

Moodboard "flowerain"
.
Tapiiii yg mau aku dongengin bukan flower bukan juga rain kaya moodboard yg aku bikin diatas. Melainkan future lifestyle. Jadiii ceritanya moodboard ini merepresentasikan alam.
.
Katanya ngomong future, kok jadi alam sih?? Future kan yg digital2, technologies yg keliatan keren, mahal, kece lallalalala ...TETOT... Entah mengapa artikel2, jurnal, berita, info n data yg aku terima justru mengatakan sebaliknya. Why???
Karenaaaa future lifestyle itu justru kita akan kembali ke unsur2 alam. Bukan berarti kita kembali ke jaman prasejarah homo2an, tapi segala sesuatunya akan mempertimbangkan dampak yg akan terjadi kepada alam.


Klo sekarang masyarakat yg menganut ini masih sangat minoritas, tapi lambat laun pola hidup seperti ini bukan hanya menjadi kebutuhan untuk merawat bumi, melainkan lifestyle/gaya hidup yg lebih sehat. Sehat untuk bumi, lingkungan, dan diri sendiri.
.
Contoh yg paling kerasa dimana bumi kita sudah mulai hancur dimulai dari rusaknya lapisan ozon yg mengakibatkan bergesernya perubahan musim yg kita alami (kaya awal taun kmren sampe pertengahan harusnya udah mulai panas tapi masih aja ujan). Apa penyebabnya si lapisan ozon rusak?? Salah satunya adalah penggunaan kresek. Kresek baru bisa terdegradasi 10-20 tahun, styrofoam lebih dari 50thn. Beberapa penelitian bilang malah dia gak akan hancur alias sampah abadi. .
Udah banyak gerakan2 untuk me recycles limbah2, trus apa yg bisa kita perbuat? Kita bisa mengurangi limbah tersebut. Seperti penggunaan shopping bag, tempat bekal dll. .
Klo mau mulai lifestyle kaya gitu apa aja yg bisa kita mulai pelan2?
- zero waste - sustainable - healthy food
- yoga
- meditations - herbal
- natural skincare (home remedies)
- organic makeup - essential oil
Dllllnyaa, ini keyword yg biass dipake ketika ingin memulai bergaya hidup kembali kealam.
[ Read More ]

Perancangan Busana Zero Waste dengan Teknik Draping Pattern Making pada Pola Kimono

wahhh udah hampir setahun gak nulis ternyata, postingan kali ini mau sharing mengenai projek TA fashion kmren. jadiiii, final project kmren mengenai Zero Waste dalam ranah Fashion. Dimana limbah yang dihasilkan dunia fashion sangat berlimpah ruah dan terbuang secara sia-sia. memang banyak gerakan yang sudah mencoba mengurangi limbah dengan mendaur ulangnya. Namun jumlah pendaur ulang berbanding terbalik dengan jumlah yg membuang limbah, sehingga limbah terus menerus menumpuk. lalu bagaimana cara mengimbanginya? saya mencoba memberikan solusi dari proses perancangan design dan produksi untuk meminimalisis limbahnya, sehingga limbah yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan limbah fashion yang pada umumnya. caranya gimanaa? silahkan dibaca latar belakang nya ini yaa, next Inshaa Allah pelan2 aku bedah isi laporan TAnya. :)

Industri fashion dunia mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama diranah Fast Fashion. Berdasarkan observasi pada film dokumenter True Cost  memaparkan Fast Fashion merupakan istilah untuk perkembangan trend busana yang cepat berganti dengan difasilitasi oleh brand retail  ternama melalui harga yang terjangkau serta kualitas material dan jahitan standart. Perkembangan fast fashion mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti gaya hidup konsumtif masyarakat semakin meningkat yang dipicu oleh seleb/buzzer atau tokoh publik yang menjadi acuan berbusa, dengan memberikan pengaruh untuk masyarakat lebih sering membeli pakaian.  

Selain ini dampak fast fashion pada lingkungan yaitu memberikan sumbangan limbah yang cukup besar dan membutuhkan waktu dekomposisi yang cukup lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, saat ini mulai banyak gerakan yang mencoba untuk menanggulangi dan mengurangi limbah pada proses produksi pakaian. Di Indonesia gerakan ini belum mengalami berkembang yang signifikan dibandingkan beberapa negara maju seperti Amerika dan Hongkong yang dapat dikatakan contoh negara yang sukses mengusung gerakan zero waste. Menurut Timo Rissanen, seorang desainer yang fokus dalam pengkajian konsep zero waste  memaparkan dalam disertasinya (Rissanen,1013 :10) bahwa di setiap proses produksi pakaian, akan menghasilkan 15% limbah dari total bahan yang dipergunakan terbuang secara tidak bernilai. Limbah tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dapat merusak  lingkungan, hal ini  dikarenakan waktu dekomposisi kain membutuhkan waktu 20-50 tahun.   
     

Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk menanggulangi limbah busana adalah penerakan konsep produksi zero waste. Zero Waste merupakan pendekatan serta penerapan pengurangan limbah yang dihasilkan proses produksi mulai dari awal pembuatan hingga akhir. Pattern making merupakan salah satu teknik yang dapat dipergunakan, yaitu perancangan pola beserta penempatan pola pada kain yang efektif . Salah satu contoh desainer yang menggunakan konsep zero waste  adalah Eugenia seorang fashion designer bridal asal US yang menggunakan metode up-cycling untuk mengoptimalkan limbah yang tersisa. Setiap limbah hasil produksi busana akan diolah kembali sebagai tambahan detail, menggunakan teknik patchwork.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dalam penelitian kali ini penulis akan merancang koleksi busana dengan konsep kimono, dimana kimono merupakan busana traditional Jepang dengan konsep pembuatan zero waste dan menjadi salah satu pakaian yang memberikan inovasi dengan adanya teknik potonga dan jahit. Koleksi ini terdiri dari  sembilan pakaian dan dapat dipadu-padankan menjadi beberapa penampilan dengan fungsi yang berbeda dan dapat dipergunakan ke dalam beberapa acara casual, semi-formal dan formal Untuk meminimalisir limbah konsep pembuatan yang dipergunakan adalah zero waste  dengan menggunakan pengolahan teknik draping pattern making melalui bentuk pola yang dirancang langsung diatas patung manekin. Diharapkan tujuan akhir dari penilitian ini penulis dapat memberikan salah satu solusi dengan memaksimalkan lembaran kain untuk menciptakan busana sehingga dapat meminimalisir jumlah limbah yag dihasilkan. 


[ Read More ]

Karya Karang Indonesia

Alhamdulillah kuliah di semester 4 ini ditutup dengan terpilihnya karya tugas Rekarakit saya untuk dipamerkan, yang pertama dipamerkan di kampus selama 2 hari, lalu pas liburan di gallery hidayat bandung selama 2 hari juga dan yang terakhir bisa lolos di pameran International FreeForm yang dapat membawa nama Indonesia ditingkat nasional walaupun hanya secara online, namun ini menjadi cerita kebanggan tersendiri ketika karya kita dapat disandingkan dengan karya-karya artisan di seluruh negara.

Karya ini aya beri nama "Karang" karena dituntut tema ocean oleh panitia pameranya, pertama-tama berawal dari awal semester 4 saya menapatkan dosen baru yang saya kagumi dan beliau bertama nu Esti. Beliau lulusan S2 FSRD ITB yang mendapatkan berbagai macam beasiswa dan berbisnis di dunia daur ulang benang, saya termasuk salah satu yang sangat gemar mendaur ulang. Sejak SD saya sudah tertarik di dunia craft dan suka mengolah barang-barang yang ada dilingkungan, cita-cita saya ingin menjadi seperti bu Esti yaitu menjadi seorang istri, ibu, dosen, designer dan pengusaha fashion dibidang daur ulang limbah. 

Ketika awal semester bu Esti menjelaskan bahwa dipenghujung semester akan ada pameran online international dan akan dijadikan buku, barang siapa yang karyanya baik dan layak boleh mengikuti pameran ini berdasarkan rekomdasi Bu Esti sendiri. Pada semester ini yang kami pelajari yaitu teknik menenun, tapestry (tenun yang di modernisasi), knitting (yang menggunakan 2 stick), crochet (merajut dengan 1 stick/hakpen), macrame, dan felting. Kebetulan beberapa teknik sudah saya pelajari sejak SMA sekitar 6tahun yang lalu seperti knitting dan crochet, sehingga pada karya tugas akhir semester saya menggunakan teknik crochet yang dipadupadankan dengan teknik tenun dan tapestry. Setelah menjalani tahap-pertahap pembuatan karya, mulai dari membuat berbagai macam eksplorasi teknik, acc design, pembuatan modul-modul, penyatuan hingga pemotretan hasil akhir ternyata Bu Esti merekomendasikan karya saya untuk mengikuti pameran ini karna sesuai dengan konsep dan kriteria pameranya.


Pada karya ini saya memberi judul "Karang Indonesia" karena inspirasi awal karya ini tercipta dari keindahan karang yang dimiliki oleh negara kita tercinta Indonesia, namun sayangpbanyak sekali karang yang mulai rudak karna ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan sampai keindahan bawah laut Indonesia hanya menjadi kenangan yang hanya dapat didongengkan oleh kita untuk anak dan cucu kita kelak nanti. 

Pembuatan karya ini kurang lebih memakan waktu 2 hingga 3 bulan, lama karena tugas akhir semesternya bukan cuma 1 ini saja, tapi ada beberapa seperti bagan tekstil yang membuat design motif untuk diaplikasikan ke kain lalu dibuat produknya, pola dasar 2 membuat 4 pakaian untuk teman dan dosen, photografi, fashion business2, studio KTM ang bobotnya 5 sks dan beberapa kegiatan lainya. Proses terlama pada pembuatan frame tapestry yang terbuat dari rajut yang dibentuk seperti karang kriting. Setiap modul merupakan sebuah karya tenun dan tapestry yang framenya terbuat dari rajut dengan menggunakan berbagai macam bahan yanng tergolong limbah seperti, limbah benang rajut kampung rajut binong, benang2 sisa saya merajut, limbah dari pabriknya bu Esti, benang dari kaos bekas, pita-pita bekas, ranting pohon dll.





setelah menjadi modul-modul seperti ini barulah saya menggabungkanya menjadi selembar kain 3D, namun sebelum di sambung saya mendraping terlebih dahulu modul-modul ini pada manequin, untuk menentukan mana yang sesuai. setelah itu baru di sambung dan memasuki sesi pemotretan.

Ketika akan dikirim karya, diharuskan setiap artisan mengirimkan quotes atau sajak mengenai karya tersebut, an saya memasukan sajak maestro M.Yamin yang berjudul "Indonesia Tumpah Darahku" dan saya mentranslatekan ke dalam b.Inggris karena kata-kata ini bukan hanya akan dibaca masyarakan Indinesia.


Muhammad Yamin (dari Angkatan Balai Pustaka)
INDONESIA TUMPAH DARAHKU
Bersatu kita teguh
Bercerai kita runtuh
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung-gunung bagus rupanya
Dilingkari air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
Lihatlah kelapa melambai-lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai
Tumbuh di pantai bercerai-cerai
Memagar daratan aman kelihatan
Dengarlah ombak datang berlagu
Mengejar bumi ayah dan ibu
Indonesia namanya. Tanah airku
Tanahku bercerai seberang-menyeberang
Merapung di air, malam dan siang
Sebagai telaga dihiasi kiambang
Sejak malam diberi kelam
Sampai purnama terang-benderang
Di sanalah bangsaku gerangan menompang
Selama berteduh di alam nan lapang
Tumpah darah Nusa India
Dalam hatiku selalu mulia
Dijunjung tinggi atas kepala
Semenjak diri lahir ke bumi
Sampai bercerai badan dan nyawa
Karena kita sedarah-sebangsa
Bertanah air di Indonesia
Sumber: Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air
Oyon Sofyan, editor halaman 15.
Indonesia Tumpah Darahku!

Near the shores of a lovely land
Where waves spletter on sand
And foam spreads in white bands
The green sea sprouts islands
Covered with noble mountains,
Island set in the ocean like fountains
Tumpah darahku Indonesia namanya.

See palm trees bend and lean
Barely rusling, motion half seen,
Dotted on the beach like slivers of green,
Peaceful pickets in a honest fence
Listen to the waves, song after song
Of men and women who belonged
Indonesia namanya, tanah airku
Muhammad Yamin 1928

Bonus karya saya nongol dibagian karya pengantar :D


[ Read More ]

Si-Land "Sunrise Island" Indonesia



      Tema
Keindahan kepulauan Indonesia
-          Filosofi
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar kedua di dunia, karena memiliki belasan ribu pulau didalamnya, disetiap pulau memiliki keistimewaanya masing-masing seperti pulau Ora di Maluku, pulau Bintan di Riau, pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat dll. Salah satu hal menarik di kepulauan Indonesia yaitu ketika waktu sunrise dan sunset. Pada design motif ini diambil dari bentuk dasar lingkaran yang memiliki goresan garis dan warna berbeda yang memfilosofikan akan kepulauan Indonesia yang beragam dan memiliki keindahan, karakteristik, dan keistimewaan masing-masing. Kepulauan Indonesia selain dihiasi dengan berbagai macam panorama pantai dilengkapi pula melalui suasana rindang dan sejuk karena masih banyaknya pepohonan dan hutan pada pulau-pulau tersebut yang digambarkan dengan bentuk salur. Pemilihan warna diambil dari keindahan natural sunrise yang sederhana namun dapat memberi kesan kehangan dan keindahana.
Motif kain seperti ini lebih tepat diaplikasikan paka kain yang bersifat ringan seperti sifon dan satin, hal ini dikarenakan motif dan warna natural lebih banyak dipergunakan pada pakaian bergaya Bohemian. Bohemian style merupakan sebuah perpaduan gaya berpakaian ethnic, gypsy, hippie dan vintage yang dapat memberi kesan damai, santai, bebas dan dapat memberi kesan dekat dengan alam sehingga motif ini sangat sesuai dengan karakteristik bohemian.
-          Produk
Maxi dress, skirt, kimono dll merupakan salah satu contoh pengaplikasian motif ini pada kain sifon atau satin yang dapat memberi kesan ringan dan santai.
-          Target market
Perempuan usia 20-30 tahun yang bergaya bohemian, lebih banyak dipergunakan para wisatawan domestik yang sedang menikmati waktu liburanya pada daerah pantai dan kepulauan, sehingga produk dengan motif dan bahan yang kami pilih sesuai dengan target market.

Inspirasi Bentuk


Inspirasi Warna

Hasil Design


Alternatif warna

[ Read More ]

Sentral Rajut Bandung

Bandung terkenal dengan sebutan kota fashion dan kota industri kreatif, dikarena terdapat beberapa sentra pengrajin seperti sepatu di cibaduyut, jeans di cihampelas, kain di cigondewah dan rajut di binong. Pada makalah ini, penulis akan membahas sentral pengrajin rajut Bandung yang terletak di Jalan Binong Jati Gg. Masjid 4 no.28, sentral rajut ini termasuk didaerah pusat kota, namun karena letaknya yang berada di perkampungan yang kumuh menyebabkan sentral ini kurang disorot untuk dijadikan tempat rekreasi berbelanja seperti cibaduyut dan cihampelas. Walaupun letaknya  yang kumuh, tempat ini tidak pernah sepi dari wisatawan, hingga wali kota bandung Bapak Ridwan kamil memberi perhatian kepada kawasan ini.


·         Sumber Daya Manusia
Sentral rajut binong sangat berperan penting terhadap tingkat perekonomian masyarakat sekitar, pasalnya dalam satu kawan itu terdapat 400 pengusaha rajut, dimana setiap pengusaha memiliki kurang lebih 40 pengrajin yang berasal dari warga asli binong jati. Omset yang dihasilkan dari kawan ini tidaklah main-main karena, setia harinya mereka dapat meraih untung kurang lebih 30 milyar perhari, jika sudah masuk musim libur, akhir pekan dan lebaran pendapatan mereka melonjak karena pasar yang telah mereka kuasai bukan hanya di kawasan Bandung raya saja, melainkan tingkat Nasional dan Internasional.
·         Produk
Dilihat dari hasil produksinya sentral rajut inin tidak hanya menjual pakaian hangat saja, tetapi sengala macam produk yang dirajut seperti syal, taplak meja, ponco, kupluk dll. Harganyapun beragam dari yang termurah Rp. 100.000,- hingga Rp. 900.000,- pembelian dapat langsung membeli produk yang telah tersedia atau memesannya langsung kepada pengrajin. Salah satu tempat pendistribusian hasil kerajinan rajut binong yaitu, pasar baru (bandung), Tanah Abang (Jakarta), Pasar Klewer (Solo), distro, departement store, dll.
·         Produksi
Kapasitas produksi tiap rumah dapat mengahasilkan kurang lebih 250 lusin sweater per bulan. Untuk membuat syal mereka dapat memproduksi 20 buah perhari, dan 5 sweater motif  perhari oleh seorang pengrajin. Untuk bahan mereka menggunakan dua jenis benang, benang katun dan benang sintetis. Untuk seorang pengrajin  dapat menghabiskan benang sintetis/polyester  2 kg setiap harinya untuk menghasilkan 1 lusin sweater, dimana 1 kg benang seharga Rp. 65.000,- adapun tahapan untuk membuat sweater yaitu:
1.       Rajut benang menggunakan mesin tradisional sesuai dengan model dan motif yang diinginkan, untuk membuat helaian/ potongan pakaian yang polos dapat menggunakan mesin yang berada disebelah kiri (a) , namun apabila ingin menghasilkan motif atau tulisan menggunakan mesin yang berada di tengah (b), yang membedakan kedua mesin tersebut yaitu kemampuan mesin kanan untuk membuat motif/pola/tulisan dengan bantuan menggunakan alat yang disebut kartu (c), kartu ini lah yang akan membentuk motif melalui kode lubang pada kertas. Cara kerja mesin inipun sangatlah terbilang sederhana, karena hanya perlu menggeser alat pengatit pada rel mesin rajut secara dua arah dan terus menerus.


(a)                                                             (b)                                                          (c)

2.       Setelah bagian utama pakaian telah dibuat, saatnya masuk ke bagian detail atau tambahan seperti ban pinggang, kerah, dan ban tangan, dengan menggunakan mesin yang berbeda dari kedua mesin sebelumnya, karena pada bagian tambahan ini tekstur, motif, kerapatan, dan ukurannya yang berbeda, namu secara garis besar cara kerja mesinnya sama dengan menggeser alat pengait pada rel.

3.       Tahap ketiga yaitu menyambungkan bagian-bagian sweater tadi, cara penggabungannya berbeda dengan cara menggabungkan bagian pakaian dengan menggunakan kain biasa, karena tidak menggunakan mesin jahit, tapi menggunakan alat yang mengaikan antar bagian. Cara kerjanya simpan salah satu bagian yang akan digabung, misalkan bagian badan pada mesin secara perlahan agar, tidak ada bagian yang todak terkait pada gerigi mesin, setelah itu tindih bagian badan tadi dengan bagian lengan pada gerigi mesin, baru jalankan mesin, sehingga mesin akan bekerja menggabungkan kedua bagian helaian badan dan tangan tersebut.
4.       Proses selanjutnya yaitu quality contol, yang di cek oleh rapa pengrajin satu-persatu apakah hasil rajut tersebut layak untuk dijual atau tidak.
5.       Proses terakhir yaitu pendistribusian keberbagai tempat perbelanjaan atau dijual di gallery rumah pengrajin itu sendiri.

Salah satu band hasil sentral rajid cibinong ini yaitu E-jaya, E-jaya merupakan salah satu rumah produksi rajut yang telah lama didirikan oleh bapak Edi Suyanto pada tahun 1997  di kawasan ini, awal mula usaha ini berjalan hanya bermodalkan tiga juta rupiah dengan memperkerjakan dua pengrajin, namun karena semakin pesatnya industri fashion terutama diranah rajut membuat usaha pak Edi semakin berkembang hingga akhirnya saat ini telah memperkerjakan kurang lebih 30 perngrajin dari warga binong setempat.


[ Read More ]

Ornamen Matahari Maluku

Ornamen Matahari Maluku 
Ornamen Matahari lebih banyak penekanan pada unsur makna simbolis yang berhubungan dengan latarbelakang kehidupan kepercayaan, adat- istiadat dan sosial budaya masyaraka Alifuru (kerajaan islam di pulau ambon, maluku) setiap ornamen mempunyai makna dan nilai filosofis.
 Makna dan nilai filosofis menunjukan kedalaman pemahaman-pemahaman terhadap nilai-nilai lokal yang sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan. Nilai filosofis yang terkandung didalam ornamen matahari tidak lepas dengan seni budaya, kepercayaan, serta adat-istiadat organisasi Pata Siwa Alifuru di Pulau Seram.
Bentuk dan unsur ornamen matahri dilambangakan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai.
(a) titik matahari      

      (b)Kait inai laiki siana     

     (c) burung talang




                                               
Unsur titik melambangkan makna filosofis matahari dengan pengertian matahari sumber panas dan cahaya kekuasaan, agresif, kesuburan, kehancuran artinya pandanglah matahari sebagai citra trinitas orbit, cahaya dan panas tidak dapat dipisahkan (Sebagaimana satu Allah/sang Pencipta) dengan kata lain hubungan manusia dengan yang mahakuasa tidak dapat dipisahkan. Warna merah melambangkan kepercayaan, kewibawaan, penghormatan, kekuasan, kehidupan dan kematian.
Unsur burung talang mengandung makna filosofis sebagai toko binatang yang artinya, ketiga matahari terbit di permukaan bumi burung-burung talang terbang diatas permukaan laut dengan alam predator yang agresif burung-burng talang tersebut memangsa ikan-ikan yang muncul di permukaan laut. lewat burung-burung ini maka ada keberuntungan bagi masyarakat untuk pergi menagkap ikan-ikan yang ada di permukaan air laut tersebut. warna merah melambangkan keagungan kelimpahan alam semesta
Unsur Kait Inai laiki siana tumbuhan yang mengandung makna filosofis sebagai ibu di pagi hari dengan pengertian setiap matahari terbit tumbuh-tumbuhan bergerak mencari cahaya yang dinamakan laiki siana terhadap fajar artinya mencari cahaya matahari dicelah-celah pepohonan. Warna kuning melambangkan kesetiaan adat-istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan kebersamaan masyarakat Maluku sosial budaya maupun terhadap alamnya.

Modifikasi motif 




[ Read More ]

Songket Batubata, Sumatera Barat


Ornamen Traditional Batubata

Songket batubata merupakan salah salah satu hasil hasil kesenian daerah batubata , Sumatera Barat yang biasa dipakai dalam acara resepsi pernikahan, mahar penikahan dan penjelas status sosial. Semakin bagus, mewah dan mahal kain tenun batubata yang digunakan menandakan status sosial yang lebih tinggi pula. Songket ini menjadi pakaian adat penikahan pada busana pengantin Provinsi Sumatra Utara Pesisir Barus Sibolga, Barus, Batak taruntung, Batak Toba, Natal, Natal Pesisir.  Salah satu daerah pengrajin songket batubata berlokasi di Desa Padang Genting, Kecamatan Talawangi, Kabupaten Batubata, Provinsi Sumatera Utara , Indonesia
 Warna-warna yang disajikan cenderung lebih kepada warna cerah seperti merah jambu, merah haari, kuning, coklat, hijau laut, krem, merah muda, ungu dan komposisi warna menarik lainnya. yang memiliki kualitas hasil tenunan yang bagus karena menggunakan benang yang berkualitas pilihan seperti sutera, polyester, emas dan perak. Songket batubata memiliki ci khas tersendiri karena pembuatannya yang masih menggunakan alat tenun traditional namun masih tetap memiliki kualitas hasil premium yang tidak kalah dari hasil tenun yang berteknologi tinggi.
Selain dari variasi warna kain songket batubata juga memiliki variasi motif yang tak kalah unik dengan konsep alam seperti pucuk rebung, bunga manggis, bunga cempaka, pucuk paul, tolak betikam hingga naga berjuang, yang menjadi salah satu nilai jual kain ini selain hasilnya yang berkesan mewah karena menggunakan benang sutra atau emas yaitu songket ini ringan dan tidak luntur, sehingga lebih nyaman untuk dipakai.
Motif tenun yang banyak dipakai pada songket adalahmotif atau corak tumbuhan. Hal ini terjadi karena orang melayu umumnya beragama Islam, sehingga pada mengaplikasian motif hewan dikhawartikan menjurus kepada hal-hal yang berhubungan dengan pemujaan terhadap berhala. Selain motif tumbuhan terdapat pula motif hewan Naga Berjuang, namun motif ini sudah lama tidak tidak diproduksi, karena motif ini berasal dari era melayu pra-Islam yang masih memperbolehkan adanya motif manusia dan hewan. Motif ini berasal dari hewan ular naga yang dimitoskan menjadi hewan perkasa penguasa samudra, yang melahirkan corak naga berjuang, naga bersabung dll, yang mencerminkan keperkasaan sang naga itu sendiri.



[ Read More ]

Dinding Salur

Inspirasi & Konsep


Pada Tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah celup rintang, saya membuat dress yang berkonsepkan dinding salur, dimana inspirasi awalnya berupa motif persegi batu bata,  dinding yang bertekstur serta salur akar yang menjalar. Motif batu bata digambarkan dengan menggunakan teknik parafin yang membentuk persegi, lalu dinding yang bertekstur menggunakan teknik eksplorasi rintang nasi, karena nasi dapat membentuk motif seperti tekstur dinding yang tidak merata serta salur akar dengan menggunakan teknik batik canting dan pewarnaan yang dipakai menggnakan teknik satu warna.



Teknik batik, parafin dan eksplorasi nasi

Alat dan Bahan

1.       Kain linen
2.       Canting
3.       Malam batik
4.       Pensil
5.       Kompor kecil
6.       Soda Ash
7.       Water glass
8.       Parafin
9.       Nasi   
   Pewarnawantex                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Cara Pembuatan

·         Potong kain linen sesuai bentuk yang dibutuhkan
·         Di atas kain gambarlah design yang diinginkan menggunakan pensil atau alat tulis yang mudah hilang ketika dicuci
·         Panaskan malam batik menggunakan kompor kecil, lebih baik menggunakan kompor listrik agar panasnya lebih stabil
·         Batiklah menggunakan canting yang sesuai dengan ukuran garis yang diinginkan, mengikuti garis sketsa yang telah dibuat menggunakan pensil tadi. Pastikan malamnya menembus hingga kain bagian belakang.
·         Tunggu seluruh batik malam menjadi kering
·         Pada bagian yang ingin diberi efek batu bata, beri parafin menjadi bentuk persegi
·         Sedangkan pada bagian yang ingin diberi efek tekstur dinding, rintangi kain dengan menggunakan nasi pada bagian depan dan belakang
·         Warnai batik dengan menggunakan wantex
·         Lorotkan malam batik dengan menggunakan air panas yang di campur dengan soda ash dan water glass.
·         Pastikan seluruh malam batik telah terangkat lalu di jemur kembali.
·         Tunggu kain menjadi kering, lalu jahit seluruh potongan kain menjadi pakaian

[ Read More ]

Sunflower in the galaxy sky

Alat dan Bahan

1.       Pewarna wantex (warna kuning, biru, merah)
2.       Garam Dapur
3.       Kain katun 100%
4.       Kain bruklat
5.       Jacket jeans
6.       Byclean

Cara Pembuatan

·         Potong bagian ban lengan dan pinggang
·         Bleaching jaket jeans dengan menggunakan byclean
·         Bilas dengan menggunakan air dingin lalu keringkan
·         Aplikasikan kain bruklak pada bagian belakang jaket
·         Potong kain katun 100% sesuai bentuk dan ukuran jaket jeans
·         Campurkan garam dapur dan pewarna wantex pada air hangat, lalu tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih rendam kain katun yg telah dibasahi pada pewarna tadi hanya bagian bawahnya saja (biarkan pewarna naik keatas sehingga membentuk warna gradasi
·         Bilas menggunakan air dingin lalu keringkan
·         Ikatlah kain katun yang telah diberi warna dasar gradasi menggunakan teknik ikat pengerutan, baru celupkan kain pada warna yang diinginkan
·         Bilas menggunakan air dingin lalu keringkan kembali

·         Sambunglah bagian jaket jeans yang telah dipotong dan diwarnai dengan kain katun yang ataelah menggunakan teknik ikat pengeruatan tadi.







[ Read More ]

.M.D.

Daisypath Anniversary tickers