Showing posts with label My Handmade. Show all posts
Showing posts with label My Handmade. Show all posts

Flowerain

Moodboard "flowerain"
.
Tapiiii yg mau aku dongengin bukan flower bukan juga rain kaya moodboard yg aku bikin diatas. Melainkan future lifestyle. Jadiii ceritanya moodboard ini merepresentasikan alam.
.
Katanya ngomong future, kok jadi alam sih?? Future kan yg digital2, technologies yg keliatan keren, mahal, kece lallalalala ...TETOT... Entah mengapa artikel2, jurnal, berita, info n data yg aku terima justru mengatakan sebaliknya. Why???
Karenaaaa future lifestyle itu justru kita akan kembali ke unsur2 alam. Bukan berarti kita kembali ke jaman prasejarah homo2an, tapi segala sesuatunya akan mempertimbangkan dampak yg akan terjadi kepada alam.


Klo sekarang masyarakat yg menganut ini masih sangat minoritas, tapi lambat laun pola hidup seperti ini bukan hanya menjadi kebutuhan untuk merawat bumi, melainkan lifestyle/gaya hidup yg lebih sehat. Sehat untuk bumi, lingkungan, dan diri sendiri.
.
Contoh yg paling kerasa dimana bumi kita sudah mulai hancur dimulai dari rusaknya lapisan ozon yg mengakibatkan bergesernya perubahan musim yg kita alami (kaya awal taun kmren sampe pertengahan harusnya udah mulai panas tapi masih aja ujan). Apa penyebabnya si lapisan ozon rusak?? Salah satunya adalah penggunaan kresek. Kresek baru bisa terdegradasi 10-20 tahun, styrofoam lebih dari 50thn. Beberapa penelitian bilang malah dia gak akan hancur alias sampah abadi. .
Udah banyak gerakan2 untuk me recycles limbah2, trus apa yg bisa kita perbuat? Kita bisa mengurangi limbah tersebut. Seperti penggunaan shopping bag, tempat bekal dll. .
Klo mau mulai lifestyle kaya gitu apa aja yg bisa kita mulai pelan2?
- zero waste - sustainable - healthy food
- yoga
- meditations - herbal
- natural skincare (home remedies)
- organic makeup - essential oil
Dllllnyaa, ini keyword yg biass dipake ketika ingin memulai bergaya hidup kembali kealam.
[ Read More ]

Perancangan Busana Zero Waste dengan Teknik Draping Pattern Making pada Pola Kimono

wahhh udah hampir setahun gak nulis ternyata, postingan kali ini mau sharing mengenai projek TA fashion kmren. jadiiii, final project kmren mengenai Zero Waste dalam ranah Fashion. Dimana limbah yang dihasilkan dunia fashion sangat berlimpah ruah dan terbuang secara sia-sia. memang banyak gerakan yang sudah mencoba mengurangi limbah dengan mendaur ulangnya. Namun jumlah pendaur ulang berbanding terbalik dengan jumlah yg membuang limbah, sehingga limbah terus menerus menumpuk. lalu bagaimana cara mengimbanginya? saya mencoba memberikan solusi dari proses perancangan design dan produksi untuk meminimalisis limbahnya, sehingga limbah yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan limbah fashion yang pada umumnya. caranya gimanaa? silahkan dibaca latar belakang nya ini yaa, next Inshaa Allah pelan2 aku bedah isi laporan TAnya. :)

Industri fashion dunia mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama diranah Fast Fashion. Berdasarkan observasi pada film dokumenter True Cost  memaparkan Fast Fashion merupakan istilah untuk perkembangan trend busana yang cepat berganti dengan difasilitasi oleh brand retail  ternama melalui harga yang terjangkau serta kualitas material dan jahitan standart. Perkembangan fast fashion mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti gaya hidup konsumtif masyarakat semakin meningkat yang dipicu oleh seleb/buzzer atau tokoh publik yang menjadi acuan berbusa, dengan memberikan pengaruh untuk masyarakat lebih sering membeli pakaian.  

Selain ini dampak fast fashion pada lingkungan yaitu memberikan sumbangan limbah yang cukup besar dan membutuhkan waktu dekomposisi yang cukup lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, saat ini mulai banyak gerakan yang mencoba untuk menanggulangi dan mengurangi limbah pada proses produksi pakaian. Di Indonesia gerakan ini belum mengalami berkembang yang signifikan dibandingkan beberapa negara maju seperti Amerika dan Hongkong yang dapat dikatakan contoh negara yang sukses mengusung gerakan zero waste. Menurut Timo Rissanen, seorang desainer yang fokus dalam pengkajian konsep zero waste  memaparkan dalam disertasinya (Rissanen,1013 :10) bahwa di setiap proses produksi pakaian, akan menghasilkan 15% limbah dari total bahan yang dipergunakan terbuang secara tidak bernilai. Limbah tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dapat merusak  lingkungan, hal ini  dikarenakan waktu dekomposisi kain membutuhkan waktu 20-50 tahun.   
     

Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk menanggulangi limbah busana adalah penerakan konsep produksi zero waste. Zero Waste merupakan pendekatan serta penerapan pengurangan limbah yang dihasilkan proses produksi mulai dari awal pembuatan hingga akhir. Pattern making merupakan salah satu teknik yang dapat dipergunakan, yaitu perancangan pola beserta penempatan pola pada kain yang efektif . Salah satu contoh desainer yang menggunakan konsep zero waste  adalah Eugenia seorang fashion designer bridal asal US yang menggunakan metode up-cycling untuk mengoptimalkan limbah yang tersisa. Setiap limbah hasil produksi busana akan diolah kembali sebagai tambahan detail, menggunakan teknik patchwork.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dalam penelitian kali ini penulis akan merancang koleksi busana dengan konsep kimono, dimana kimono merupakan busana traditional Jepang dengan konsep pembuatan zero waste dan menjadi salah satu pakaian yang memberikan inovasi dengan adanya teknik potonga dan jahit. Koleksi ini terdiri dari  sembilan pakaian dan dapat dipadu-padankan menjadi beberapa penampilan dengan fungsi yang berbeda dan dapat dipergunakan ke dalam beberapa acara casual, semi-formal dan formal Untuk meminimalisir limbah konsep pembuatan yang dipergunakan adalah zero waste  dengan menggunakan pengolahan teknik draping pattern making melalui bentuk pola yang dirancang langsung diatas patung manekin. Diharapkan tujuan akhir dari penilitian ini penulis dapat memberikan salah satu solusi dengan memaksimalkan lembaran kain untuk menciptakan busana sehingga dapat meminimalisir jumlah limbah yag dihasilkan. 


[ Read More ]

Karya Karang Indonesia

Alhamdulillah kuliah di semester 4 ini ditutup dengan terpilihnya karya tugas Rekarakit saya untuk dipamerkan, yang pertama dipamerkan di kampus selama 2 hari, lalu pas liburan di gallery hidayat bandung selama 2 hari juga dan yang terakhir bisa lolos di pameran International FreeForm yang dapat membawa nama Indonesia ditingkat nasional walaupun hanya secara online, namun ini menjadi cerita kebanggan tersendiri ketika karya kita dapat disandingkan dengan karya-karya artisan di seluruh negara.

Karya ini aya beri nama "Karang" karena dituntut tema ocean oleh panitia pameranya, pertama-tama berawal dari awal semester 4 saya menapatkan dosen baru yang saya kagumi dan beliau bertama nu Esti. Beliau lulusan S2 FSRD ITB yang mendapatkan berbagai macam beasiswa dan berbisnis di dunia daur ulang benang, saya termasuk salah satu yang sangat gemar mendaur ulang. Sejak SD saya sudah tertarik di dunia craft dan suka mengolah barang-barang yang ada dilingkungan, cita-cita saya ingin menjadi seperti bu Esti yaitu menjadi seorang istri, ibu, dosen, designer dan pengusaha fashion dibidang daur ulang limbah. 

Ketika awal semester bu Esti menjelaskan bahwa dipenghujung semester akan ada pameran online international dan akan dijadikan buku, barang siapa yang karyanya baik dan layak boleh mengikuti pameran ini berdasarkan rekomdasi Bu Esti sendiri. Pada semester ini yang kami pelajari yaitu teknik menenun, tapestry (tenun yang di modernisasi), knitting (yang menggunakan 2 stick), crochet (merajut dengan 1 stick/hakpen), macrame, dan felting. Kebetulan beberapa teknik sudah saya pelajari sejak SMA sekitar 6tahun yang lalu seperti knitting dan crochet, sehingga pada karya tugas akhir semester saya menggunakan teknik crochet yang dipadupadankan dengan teknik tenun dan tapestry. Setelah menjalani tahap-pertahap pembuatan karya, mulai dari membuat berbagai macam eksplorasi teknik, acc design, pembuatan modul-modul, penyatuan hingga pemotretan hasil akhir ternyata Bu Esti merekomendasikan karya saya untuk mengikuti pameran ini karna sesuai dengan konsep dan kriteria pameranya.


Pada karya ini saya memberi judul "Karang Indonesia" karena inspirasi awal karya ini tercipta dari keindahan karang yang dimiliki oleh negara kita tercinta Indonesia, namun sayangpbanyak sekali karang yang mulai rudak karna ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan sampai keindahan bawah laut Indonesia hanya menjadi kenangan yang hanya dapat didongengkan oleh kita untuk anak dan cucu kita kelak nanti. 

Pembuatan karya ini kurang lebih memakan waktu 2 hingga 3 bulan, lama karena tugas akhir semesternya bukan cuma 1 ini saja, tapi ada beberapa seperti bagan tekstil yang membuat design motif untuk diaplikasikan ke kain lalu dibuat produknya, pola dasar 2 membuat 4 pakaian untuk teman dan dosen, photografi, fashion business2, studio KTM ang bobotnya 5 sks dan beberapa kegiatan lainya. Proses terlama pada pembuatan frame tapestry yang terbuat dari rajut yang dibentuk seperti karang kriting. Setiap modul merupakan sebuah karya tenun dan tapestry yang framenya terbuat dari rajut dengan menggunakan berbagai macam bahan yanng tergolong limbah seperti, limbah benang rajut kampung rajut binong, benang2 sisa saya merajut, limbah dari pabriknya bu Esti, benang dari kaos bekas, pita-pita bekas, ranting pohon dll.





setelah menjadi modul-modul seperti ini barulah saya menggabungkanya menjadi selembar kain 3D, namun sebelum di sambung saya mendraping terlebih dahulu modul-modul ini pada manequin, untuk menentukan mana yang sesuai. setelah itu baru di sambung dan memasuki sesi pemotretan.

Ketika akan dikirim karya, diharuskan setiap artisan mengirimkan quotes atau sajak mengenai karya tersebut, an saya memasukan sajak maestro M.Yamin yang berjudul "Indonesia Tumpah Darahku" dan saya mentranslatekan ke dalam b.Inggris karena kata-kata ini bukan hanya akan dibaca masyarakan Indinesia.


Muhammad Yamin (dari Angkatan Balai Pustaka)
INDONESIA TUMPAH DARAHKU
Bersatu kita teguh
Bercerai kita runtuh
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung-gunung bagus rupanya
Dilingkari air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
Lihatlah kelapa melambai-lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai
Tumbuh di pantai bercerai-cerai
Memagar daratan aman kelihatan
Dengarlah ombak datang berlagu
Mengejar bumi ayah dan ibu
Indonesia namanya. Tanah airku
Tanahku bercerai seberang-menyeberang
Merapung di air, malam dan siang
Sebagai telaga dihiasi kiambang
Sejak malam diberi kelam
Sampai purnama terang-benderang
Di sanalah bangsaku gerangan menompang
Selama berteduh di alam nan lapang
Tumpah darah Nusa India
Dalam hatiku selalu mulia
Dijunjung tinggi atas kepala
Semenjak diri lahir ke bumi
Sampai bercerai badan dan nyawa
Karena kita sedarah-sebangsa
Bertanah air di Indonesia
Sumber: Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air
Oyon Sofyan, editor halaman 15.
Indonesia Tumpah Darahku!

Near the shores of a lovely land
Where waves spletter on sand
And foam spreads in white bands
The green sea sprouts islands
Covered with noble mountains,
Island set in the ocean like fountains
Tumpah darahku Indonesia namanya.

See palm trees bend and lean
Barely rusling, motion half seen,
Dotted on the beach like slivers of green,
Peaceful pickets in a honest fence
Listen to the waves, song after song
Of men and women who belonged
Indonesia namanya, tanah airku
Muhammad Yamin 1928

Bonus karya saya nongol dibagian karya pengantar :D


[ Read More ]

Si-Land "Sunrise Island" Indonesia



      Tema
Keindahan kepulauan Indonesia
-          Filosofi
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar kedua di dunia, karena memiliki belasan ribu pulau didalamnya, disetiap pulau memiliki keistimewaanya masing-masing seperti pulau Ora di Maluku, pulau Bintan di Riau, pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat dll. Salah satu hal menarik di kepulauan Indonesia yaitu ketika waktu sunrise dan sunset. Pada design motif ini diambil dari bentuk dasar lingkaran yang memiliki goresan garis dan warna berbeda yang memfilosofikan akan kepulauan Indonesia yang beragam dan memiliki keindahan, karakteristik, dan keistimewaan masing-masing. Kepulauan Indonesia selain dihiasi dengan berbagai macam panorama pantai dilengkapi pula melalui suasana rindang dan sejuk karena masih banyaknya pepohonan dan hutan pada pulau-pulau tersebut yang digambarkan dengan bentuk salur. Pemilihan warna diambil dari keindahan natural sunrise yang sederhana namun dapat memberi kesan kehangan dan keindahana.
Motif kain seperti ini lebih tepat diaplikasikan paka kain yang bersifat ringan seperti sifon dan satin, hal ini dikarenakan motif dan warna natural lebih banyak dipergunakan pada pakaian bergaya Bohemian. Bohemian style merupakan sebuah perpaduan gaya berpakaian ethnic, gypsy, hippie dan vintage yang dapat memberi kesan damai, santai, bebas dan dapat memberi kesan dekat dengan alam sehingga motif ini sangat sesuai dengan karakteristik bohemian.
-          Produk
Maxi dress, skirt, kimono dll merupakan salah satu contoh pengaplikasian motif ini pada kain sifon atau satin yang dapat memberi kesan ringan dan santai.
-          Target market
Perempuan usia 20-30 tahun yang bergaya bohemian, lebih banyak dipergunakan para wisatawan domestik yang sedang menikmati waktu liburanya pada daerah pantai dan kepulauan, sehingga produk dengan motif dan bahan yang kami pilih sesuai dengan target market.

Inspirasi Bentuk


Inspirasi Warna

Hasil Design


Alternatif warna

[ Read More ]

Si Euneng

"neng geulis pujaan akang"
Si Euneng merupakan salah satu local brand yang berdomisili di Bandung, Indonesia dengan mengusung konsep pakaian wanita ready to wear bergaya vintage namun masih menjadi ciri khas Indonesia  melalui garis rancang berpotongan kebaya, semi kebaya, pemilihan bahan kain batik, kain tenun atau motif-motif yang disuguhkan merupakan salah satu ornamen budaya Indonesia. Si Euneng memiliki tagline " Neng geulis pujaan akang" yang berasal dari bahasa sunda dan memiliki makna gadis cantik pujaan pria-pria, sehingga diharapkan setiap perempuan yang menggunakan produk kami dapat merasakan sensasi menjadi gadis Bandung yang terkenal cantik jelita, lemah lembut, ramah dan rupawan yang digandrungi para pria-pria.





Bahan dasar pembuatan produk kami merupakan hasil limbah seperti kain hasil limbah pabrik, limbah mesin obras, limbah pembuatan pakaian, kain perca, potongan brukat dll yang kami olah menjadi sebuah pakaian baru yang memiliki daya jual dan nilai estetika dengan mempertimbangkan pemilihan material yang baik walaupun limbah, pola busa yang nyaman,komposisi motif dan warna serta estetika ketika di kenakan. produk "si Euneng" termasuk kedalam jenis handmade karena tidak diproduksi secara masal yang dikarenakan jumlah material yang terbatas sebagaimana jumlah limbahnya sehingga menjadi salah satu nilai daya jual produk kami selain handmade, mengeksplorasi local content serta limited atau jumlah yang terbatas serta kami memberikan suguhan baru berupa tekstik penambahan aplikasinya menggunakan berbagai macam jenis teknik tekstil seperti pewarnaan melalui serat alam, batik tulis baik yang menggunakan cara dingin atau panas, rajut, marbling, smocking, tenun, sulam dan berbagai macam teknik tekstil lainya. 
Untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai produk kami maupun untuk pemesanan, silahkan langsung hubungi kami baik melalui comment di blog, instagram, bbm, line, sms,  whatsapp ataupun email 

SMS/line/WA : 081214591829 @sieuneng 
PIN BB : 57331E23 
e : sieuneng.gmail. com 
b: sieuneng.blogspot.com 
Bandung, Indonesia 
Mandiri/BCA
 


https://instagram.com/sieuneng/ 
https://www.bukalapak.com/sieuneng 

https://www.tokopedia.com/sieuneng 
http://sieuneng.tumblr.com/



















[ Read More ]

Dinding Salur

Inspirasi & Konsep


Pada Tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah celup rintang, saya membuat dress yang berkonsepkan dinding salur, dimana inspirasi awalnya berupa motif persegi batu bata,  dinding yang bertekstur serta salur akar yang menjalar. Motif batu bata digambarkan dengan menggunakan teknik parafin yang membentuk persegi, lalu dinding yang bertekstur menggunakan teknik eksplorasi rintang nasi, karena nasi dapat membentuk motif seperti tekstur dinding yang tidak merata serta salur akar dengan menggunakan teknik batik canting dan pewarnaan yang dipakai menggnakan teknik satu warna.



Teknik batik, parafin dan eksplorasi nasi

Alat dan Bahan

1.       Kain linen
2.       Canting
3.       Malam batik
4.       Pensil
5.       Kompor kecil
6.       Soda Ash
7.       Water glass
8.       Parafin
9.       Nasi   
   Pewarnawantex                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Cara Pembuatan

·         Potong kain linen sesuai bentuk yang dibutuhkan
·         Di atas kain gambarlah design yang diinginkan menggunakan pensil atau alat tulis yang mudah hilang ketika dicuci
·         Panaskan malam batik menggunakan kompor kecil, lebih baik menggunakan kompor listrik agar panasnya lebih stabil
·         Batiklah menggunakan canting yang sesuai dengan ukuran garis yang diinginkan, mengikuti garis sketsa yang telah dibuat menggunakan pensil tadi. Pastikan malamnya menembus hingga kain bagian belakang.
·         Tunggu seluruh batik malam menjadi kering
·         Pada bagian yang ingin diberi efek batu bata, beri parafin menjadi bentuk persegi
·         Sedangkan pada bagian yang ingin diberi efek tekstur dinding, rintangi kain dengan menggunakan nasi pada bagian depan dan belakang
·         Warnai batik dengan menggunakan wantex
·         Lorotkan malam batik dengan menggunakan air panas yang di campur dengan soda ash dan water glass.
·         Pastikan seluruh malam batik telah terangkat lalu di jemur kembali.
·         Tunggu kain menjadi kering, lalu jahit seluruh potongan kain menjadi pakaian

[ Read More ]

Sunflower in the galaxy sky

Alat dan Bahan

1.       Pewarna wantex (warna kuning, biru, merah)
2.       Garam Dapur
3.       Kain katun 100%
4.       Kain bruklat
5.       Jacket jeans
6.       Byclean

Cara Pembuatan

·         Potong bagian ban lengan dan pinggang
·         Bleaching jaket jeans dengan menggunakan byclean
·         Bilas dengan menggunakan air dingin lalu keringkan
·         Aplikasikan kain bruklak pada bagian belakang jaket
·         Potong kain katun 100% sesuai bentuk dan ukuran jaket jeans
·         Campurkan garam dapur dan pewarna wantex pada air hangat, lalu tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih rendam kain katun yg telah dibasahi pada pewarna tadi hanya bagian bawahnya saja (biarkan pewarna naik keatas sehingga membentuk warna gradasi
·         Bilas menggunakan air dingin lalu keringkan
·         Ikatlah kain katun yang telah diberi warna dasar gradasi menggunakan teknik ikat pengerutan, baru celupkan kain pada warna yang diinginkan
·         Bilas menggunakan air dingin lalu keringkan kembali

·         Sambunglah bagian jaket jeans yang telah dipotong dan diwarnai dengan kain katun yang ataelah menggunakan teknik ikat pengeruatan tadi.







[ Read More ]

Teknik Celup Rintang


Teknik Ikat mawar dan mawar ganda

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Air dingin
7.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Bentuk kain menjadi lingkaran, dengan cara menjumput kain (ikat mawar)
b)      Ikat hasil jumput dengan karet gelang atau tali dengan ikatan dasar  agar tidak berubah
c)       Bentuk kain menjadi ikatan donat, dengan membentuk lingkaran berlapis (ikat mawar ganda)
d)      Ikatan donat dilakukan dengan bantuan tangan kiri memegang dasar lingkaran luar, lalu tangan kanan memasukan lingkaran kecil kedalam lingkaran luar.
e)      Lalu ikat bagian luar lingkaran jumputan menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
f)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
g)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
h)        Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.


Teknik Pengerutan

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Air dingin
7.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Kerut kain secara sembarangan, dengan cara mencubit-cubitnya secara sembarangan
b)      Ikat hasil jumput dengan karet gelang atau tali dengan ikatan dasar  agar tidak berubah
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)        Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.


Teknik Lipat dan garis ganda

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Air dingin
7.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Buatlah lipatan berulang-ulang seperti membuat kipas lalu diikat kuat (teknik lipat)
b)      Dibeberapa bagian tekuklah kain yang sudah dilipat kipas sebelumnya
c)       Lalu ikat bagian luar lingkaran jumputan menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
d)      Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
e)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
f)         Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.


Teknik ikat mawar berbelit

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (merah)
7.       Garam red R 20gr +air hangat liter
8.       Air dingin
9.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Ambilah sejumput bagian bagian kain, lalu lilitlah dengan tali dengan cara menyilangkan menggunakan tali
b)      Lalu ikat bagian luar lingkaran jumputan menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)        Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.

Teknik Setik dan ikat

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (merah)
7.       Garam red R 20gr +air hangat liter
8.       Air dingin
9.       Karet gelang / tali
10.   Benang
11.   Jarum

Langkah-Langkah

a)      Gambarlah sesuatu yang dinginkan pada kain Jelujurlah seluruh garis yang telah ditandai, lalu tarik benangnya hingga mengkerut
b)      Sisa benang kerutan dililitkan keseluruh bagian kain yang diinginkan dengan menggunakan tali.
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)        Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.

Teknik menyumputkan benda

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (merah)
7.       Garam red R 20gr +air hangat liter
8.       Air dingin
9.       Karet gelang / tali
10.   Benda (kancing, koin, manik-manik, rol rambut dl)

Langkah-Langkah

a)      Letakan benda yang diinginkan pada kain
b)      Lalu ikat menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)        Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat. 

Teknik Lipat Persegi

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (merah)
7.       Garam red R 20gr +air hangat liter
8.       Air dingin
9.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Lipat kain menjadi persegi  hingga kecil
b)      Lalu ikat bagian luar persegi menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)      Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.

Teknik Spiral

Alat dan Bahan:

1.       Kain katun 100% 35cm x 35cm
2.       Naphol ASG 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (kuning)
3.       Garam red R 20gr +air hangat liter
4.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (biru)
5.       Garam blue BB 20gr +air hangat liter
6.       Naphol ASD 10gr + TRO 5gr + HCL 5gr + air hangat 1 liter (merah)
7.       Garam red R 20gr +air hangat liter
8.       Air dingin
9.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Bentuk kain menjadi spiral, lalu lilitlah mengikuti arah perputarannya
b)      Lalu ikat bagian luar menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Pencelupan dilakukan dengan cara membasahi kain dengan air dingin secara menyeluruh
d)      Celupkan bagian yang ingin diwarnai dengan warna yang diinginkan, lalu celupkan kembali pada air garam.
e)      Untuk melihat warna akhir dan agar tidak luntur kembali, perlu dilakukan pencelupan dengan air dingin lalu dijemur dengan membuka seluruh simpul yang dibuat.

Teknik Celup Discharge Jeans

Alat dan Bahan:

1.       Kain jeans 35cm x 35cm
2.       Bayclean
3.       Air dingin
4.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Bentuk kain jeans sesuai bentuk yang diinginkan
b)      Lalu ikat bagian luar menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Rendam bagian kain jeans yang diinginkan dengan menggunakan bayclean
d)      Buka seluruh simpul yang dibuat lalu cuci menggunakan detergent untuk melihat warna akhir yang dihasilkan

Teknik Spray Discharge Jeans

Alat dan Bahan:

1.       Kain jeans 35cm x 35cm
2.       Bayclean
3.       Botol spray
4.       Air dingin
5.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Masukan cairan bayclean pada botol spray
b)      Semprotkan cairan bayclean pada jeans yang di inginkan (untuk mendapatkan motif, mempergunakan kain bruklat sebagai frame yg diletakan diatas kain jeans lalu menyemprotkan bayclean diatas kain jeans dan bruklat tadi)
c)       Lalu cuci menggunakan detergent untuk melihat warna akhir yang dihasilkan

Teknik Discharge Kain Lame

Alat dan Bahan:

1.       Kain lame 35cm x 35cm
2.       Soda Ash 1 Sendok makan
3.       Air panas 1 liter
4.       Karet gelang / tali

Langkah-Langkah

a)      Bentuk lain jeans sesuai bentuk yang diinginkan (dapat menggunakan teknik pengikatan untuk tie dye)
b)      Lalu ikat bagian luar menggunakan tali atau karet gelang dengan ikatan dasar
c)       Rebus  kain lame yang kedalam air soda ash
d)      Buka seluruh simpul yang dibuat lalu dijemur




[ Read More ]

.M.D.

Daisypath Anniversary tickers